Wednesday, March 21, 2012

Karena kasih-Nya

Efesus 5: 1-2: Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.


Nah temen-temen,
Kita udah banyak denger tentang kematian Kristus dan udah tahu apa alasan Tuhan Yesus mau mati untuk kita. Udah tahu? Yau sudah, renungan saya cukup sekian dan terima kasih!

Hehehe…bukan lagi, becanda........... Tapi emang serius loh, bahwa banyak orang yang gak aware, gak sadar, atau lupa, atau juga melupakan alasan Kristus mau mati untuk kita.

Dalam ayat dua tadi, rasul Paulus berkata bahwa Yesus Kristus mau  mati karena Ia mengasihi kita. Artinya, bukan karena alasan mau pamer untuk diri sendiri tapi supaya semua manusia mendapatkan pengampunan dari Allah. Jadi, tindakan Tuhan Yesus itu bukan terfokus supaya dirinya dapat pujian tetapi untuk kepentingan orang banyak. Hal ini perlu diingatkan Paulus untuk jemaat di Efesus yang mulai kentara mementingkan diri mereka sendiri dan melupakan kepentingan jemaat Kristus yang lain. 

Kalo kita neh, terkadang mau berkorban bukan terlebih dulu supaya orang lain merasa senang dan bahagia tetapi supaya kita mendapat kepuasan diri, bangga bisa hebat. Kalo lagi pacaran neh, para cowok bangga mau berkorban untuk pacarnya. Padahal sih cuma pengen dipandang jadi cowok yang cool di mata si doi dan bisa menarik perhatian.

Ada satu cerita dimana ada seorang anak, namanya Paska, sedang ditunggu oleh mamanya dirumah karena pulangnya telat. Seharusnya 1 jam yang lalu Paska dah pulang. Dia cerita sama mamanya:

Paska: "Tadi waktu aku jalan pulang disamping aku ada angkot yang berhenti karena ada nenek yang mau turun. Pas nenek itu turun, si nenek batuk-batuk, dan gigi palsunya mental keluar dari mulutnya. Nah, nenek itu rabun dan gak liat kemana gigi palsunya."

Mama: "trus, kamu terlambat pulang karena bantuin si nenek?"

Paska: "gak koq, aku diem aja"

Mama: "Terus kenapa kamu diem aja?"

Paska: "abis, aku nunggu si nenek pergi lama banget!!"

Si ibu: "kenapa kamu musti nunggu si nenek pergi?"

Paska: "Abis giginya si nenek ke injak aku mam"

Mama: "Kenapa kamu injak???? Kenapa gak kamu kasih ke si nenek?"

Paska: "giginya palsunya emas!!!!!"

Jadi, seringkali keliatannya kita berbuat baik padahal ada maksud untuk menguntungkan diri kita sendiri. Tetapi Tuhan Yesus gak gitu. Mana keuntungan Tuhan Yesus dari kematian-Nya?? Malah Dia menderita, kesakitan, dicaci-maki, bahkan mati muda. Inget, Dia menyerahkan diri-Nya loh (ayat 2). Artinya, Tuhan Yesus secara sadar mau mengurbankan diri untuk kita, demi untuk menunjukkan bahwa Allah sangat mengasihi kita, umat yang berdosa ini.  Kita harus berani mencontoh teladan Yesus yang mau berkurban demi Allah dan Manusia

Jadi, pelajaran yang bisa kita petik adalah:
1. Tuhan Yesus mati karena Ia mau menuruti kehendak Bapa-Nya, yaitu supaya semua manusia mengalami dan menerima kasih Allah Bapa. oleh karena itu hendaknya kita semua menjadi para penurut Allah, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam ayat 1 di atas.

2. Bahwa ketika kita menyadari bahwa rasa sayangnya Tuhan Yesus sudah begitu besar buat kita, maka kita juga harus membagikan kasih Kristus itu pada orang lain. Bagaimana caranya kita bagikan kepada orang lain? Gak usah susah-susah dan cari-cari tindakan yang rumit. Apakah selama ini kalian sudah menunjukkan rasa sayang kalian sama ortu? Jangan-jangan cuma sayang sama diri sendiri... jangan-jangan kita hanya memikirkan diri kita sendiri dan tidak lagi peduli apakah orang lain merasakan bahagia atau tidak, sengsara atau sukacita.

No comments:

Post a Comment