Rekan-rekan yang dikasihi Tuhan Yesus,
Ketika sedang menonton sebuah pertandingan sepakbola, seorang anak kecil bernama Thomas mengalami patah tangan karena ia berusaha menahan laju bola yang ditendang oleh seorang pesepakbola terkenal, Wayne Rooney, yang diarahkan ke dalam gawang tetapi meleset dan mengarah kepadanya.. Thomas meringis, "aduh...aduh...sakit!!!" dan ia segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Ketika sudah ditangani, Thomas dikunjungi dan ditanyai oleh rekan-rekannya, dan Thomas tidak sedikitpun merasa kecewa atau sedih bahkan terlihat sangat gembira. Thomas mengatakan, "saya rela patah tangan karena saya mendapatkan baju jersey (baju seragam bola) Rooney, saya dapat tanda tangannya di tangan saya, baju saya dan banyak lagi..!!"
Kalau Thomas rela cedera bahkan patah tangan karena sudah mendapatkan sesuatu yang berharga, terlebih lagi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bukan rela untuk mendapatkan sesuatu tetapi Ia rela untuk memberikan sesuatu. Artinya, Ia rela memberikan diriNya bagi manusia demi ketaatanNya pada kehendak Bapa-Nya. Apakah Tuhan Yesus meringis dan mengalami sakit ketika ia mau merelakan diriNya menjadi korban penebusan dosa umat manusia, seperti Thomas yang meringis kesakitan? Ya, seperti yang tertera dalam Lukas 22: 44, "Ia sangat ketakutan dan makin sungguh-sungguh berdoa."
Dalam bahasa Yunani, ketakutan itu adalah agonia yang berarti penderitaan berat; sekarat... Rekan-rekan pernah tidak menaiki permainan HISTERIA atau TORNADO di Dunia Fantasi?? Kalau sudah, bagaimana rasanya tiba-tiba kamu ada di atas dan dipentalkan ke bawah lalu ke atas lagi, dengan kecepatan yang tinggi selama 60 detik?? Serasa jantung mau copot dan takut setengah mati bukan?? Nah, perasaan Tuhan Yesus melebihi itu rekan.rekan karena yang Ia hadapi bukan naik HISTERIA atau TORNADO, Tuhan Yesus akan meminum cawan kematian.
Kalau dalam tradisi kerajaan, seorang raja punya cawan sendiri dan kalau seorang raja, menyerahkan cawan pribadinya untuk diminum oleh orang yang dia tunjuk, cawan itu bukan berisi anggur manis temen-temen tetapi racun dan anggaplah orang tersebut sudah pasti mati karena meminum racun itu. Itulah yang sedang dihadapi Tuhan Yesus, rekan-rekan. Tuhan Yesus dihadapkan kepada cawan kematian, seperti yang ditulis dalam Lukas 22: 42. Tuhan Yesus diberi cawan yang berisi racun yang akan menyebabkan kematian secara manusiawi dan sebagai seorang manusia, tentunya Tuhan Yesus teramat takut. Oleh karena itulah, Tuhan Yesus amat memerlukan pertolongan dari Bapa-Nya. Tuhan Yesus memerlukan kekuatan dari Bapa-Nya supaya ketika Ia menjalani kehendak Bapa-Nya dengan melalui jalan salib, Ia tidak mudah goyah oleh pencobaan. Tuhan Yesus juga memahami bahwa Ia harus ada dalam keadaan sadar untuk menjalani kehendak Bapa-Nya tersebut dan bukan diam, pasif, hanya menangisi diri sendiri atau dalam bahasa dalam alkitab kita, "lelap dalam tidur" (ayat 45-46). Hal ini juga yang Ia tuntut bagi kita ketika kita sedang menjalani pergumulan dalam hidup kita. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur para murid yang tertidur di dalam kedukaan mereka.
Rekan-rekan yang mengasihi dan dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Begitu hebat dan besar pengorbanan Tuhan Yesus untuk kita dan hal pertama yang kita bisa pelajari adalah bahwa ketika kita menghadapi ketakutan atas kehidupan diri kita sendiri, jangan pernah melupakan Tuhan Yesus, datanglah dalam doa kepada-Nya dan sampaikan segala sesuatu yang menjadi pergumulan hidup kita, supaya kita kembali mengingat tujuan hidup kita. Hal kedua adalah bahwa ketika kita mengalami kesusahan hidup temen-temen, jangan pernah anggap bahwa kita menghadapinya sendiri. Ada Allah Bapa yang Mahatahu dan mengerti akan apa yang kita hadapi. Dan hal ketiga yang bisa kita petik adalah kita jangan sampai terlena menjadi diam dan pasif ketika menghadapi persoalan hidup kita. Kita harus semangat bahkan menjadi proaktif dalam menyikapi pergumulan yang kita hadapi. Amin
No comments:
Post a Comment