Wednesday, March 21, 2012

Datanglah Kerajaan-Mu


Temen-temen yang dikasihi Kristus,
Biasanya di mall-mall kan banyak yang menawarkan diskon tuh. Temen-temen sering datang untuk belanja gak? Atau ada pameran sepeda dan ada diskonnya, ada yang berminat untuk datang? Atau juga kalau ada pameran games terkini dan bisa dapatin CD atau programnya dengan harga diskon, temen-temen merasa penasaran dan pada akhirnya datang ke situ? sebagian besar pasti dateng!!! Begitu banyak orang datang berbondong-bondong untuk sesuatu yang amat mereka minati. Namun, coba bandingkan dengan tawaran (baca: berita) yang dibawa oleh Tuhan Yesus tentang Kerajaan Allah. Banyak yang minat? TERNYATA GAK loh temen2..!!!

Kenapa bisa gitu ya? Ya karena pemikiran tentang Kerajaan Allah yang Tuhan Yesus tawarkan berbeda dengan pemikiran banyak orang pada waktu itu Ia masih hidup. Kerajaan Israel pada waktu itu sudah terpecah belah dan dibawah jajahan Kekaisaran ROMAWI dan para umat dan ulama Israel menginginkan agar Kerajaan Israel kembali berjaya seperti dulu, dimana bangsa Israel adalah bangsa yang paling dihormati dan ditakuti banyak orang dan kerajaan dan dipandang sebagai sebuah Kerajaan Allah. Tuhan Yesus tidak menawarkan kepada umat Israel, model Kerajaan Allah seperti yang mereka inginkan, seperti tuntutan kemanusiaan mereka. Kenapa? Karena umat Israel harus belajar kenapa kerajaan mereka hancur dan mereka harus menjadi orang-orang buangan dan kemudian terpecah-pecah seperti sekarang ini, bahkan menjadi kerajaan yang dijajah oleh bangsa lain. 

Alasan utama kenapa mereka menjadi seperti sekarang karena Kerajaan Israel yang jaya dulu tidak mementingkan dan menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan mereka, sebagai pusat kehidupan Kerajaan Israel yang dikatakan tiada tandingannya itu. Sebagai contoh, saya punya 2 gelas, yang satu penuh berisi air dan yang satu kosong. Kalau saya berkali-kali mengetuk dengan keras kedua gelas itu dengan sendok,  mana yang mudah pecah: gelas yang berisikan air atau gelas kosong? tentunya gelas yang kosong bukan? Karena gelas tersebut tidak padat dan tidak ada massa yang dapat meredam getaran. Nah, kerajaan bangsa Israel seperti gelas yang kosong itu, tidak berisi Allah di dalamnya sehingga mudah pecah.

Nah temen-temen, Tuhan Yesus menawarkan dan membawa berita dalam Matius 6: 33, "Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." Apa sih maksud Kerajaan Allah yang dari Yesus itu? Saya coba melihatnya dalam 3 bagian:
1. Kerajaan Cinta Kasih
Kerajaan Allah itu bukan kerajaan orang-orang yang munafik, egois, dan penuh balas dendam. Di dalam Kerajaan Allah itu setiap orang dapat dan harus saling mengasihi dan menerima orang-orang yang lemah, sakit ayan, lumpuh, pelacur dan lainnya karena setiap orang tidak ada yang sempurna, kecuali Allah. Nah, Allah yang SEMPURNA saja mau mengasihi manusia dan mengampuni dosa manusia, melalui perkataan dan perilaku yang Yesus contohkan dan berikan, maka Allah menghendaki setiap orang melakukan hal serupa. Jadi, kerajaan Allah itu bukan kerajaan untuk menciptakan kelaparan, peperangan atau kemiskinan tetapi bagaimana kita peduli kepada orang yang lapar dan haus, menjadi pendamai pada saat terjadi cekcok atau perkelahian, menjadi orang-orang yang memampukan orang-orang miskin dan tidak mampu untuk merasakan kenikmatan yang kita rasakan

2. Mendahulukan Allah
Frasa "την βασιλειαν του θεου ; tên basileian tou theou", "Kerajaan Allah", dapat diartikan agar kita menempatkan sungguh-sungguh kepemimpinan dan kuasa/otoritas Allah, yang dinyatakan melalui kehidupan kita. itu artinya juga bahwa di dalam Kerajaan Allah, cara hidup yang utama adalah cara hidup yang Allah mau kita lakukan dalam hidup kita hari lepas hari. Mungkin bisa dikatakan begini: mana yang lebih dulu, Mandi lalu berangkat sekolah atau berangkat sekolah baru mandi? Kenapa begitu? Ya karena cara yang baik ya seperti itu. Begitu juga ketika kita berbicara tentang kerajaan Allah, maka kita menjadikan Allah sebagai cara hidup kita.

3. Menghadirkan Allah
Temen-temen, kerajaan Allah itu juga sudah ada pada saat ini. Kerajaan Allah itu jangan dipikir terlalu jauh atau futuristik, seperti di film-film. Kerajaan Allah itu adalah kita dan dunia sebagai ciptaan-Nya sudah ada dan kita sebagai anak-anak-Nya dituntut untuk mengupayakan agar Kerajaan Allah itu tetap ada dan berdampak bagi banyak orang. Bukankah Tuhan Yesus hadir untuk memberikan dampak bagi semua orang? Seperti apa menghadirkan kerajaan Allah itu? Nah, dengan tersenyum saja kepada orang lain; dengan membantu supir bajaj mengangkat roda bajaj-nya yang terperosok di selokan; belajar dengan sungguh-sungguh dan memberikan hasil belajar yang baik dan membanggakan orangtua, itu semua sudah menghadirkan kerajaan Allah loh.

Jadi kesimpulan dari perkataan Yesus itu adalah: CARILAH, HIDUPLAH, dan HADIRKANLAH KERAJAAN ALLAH di dalam hidup kita sehingga kita akan bisa melihat secara utuh Kerajaan Allah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus. Lalu bagaimana kita mengaminkan dan mendatangkan Kerajaan Allah itu sekarang? Contoh sederhana saja: Lihat teman di sebelahmu, jabat tangannya dengan lembut, katakan: SAYA MENYAYANGIMU, KRISTUS MENGASIHIMU. Bawalah spirit itu ketika ketika bertemu dengan siapa saja.


Tuhan Yesus memberkatimu!!!

No comments:

Post a Comment