Temen-temen yang dikasihi Kristus,
Biasanya di mall-mall kan banyak yang menawarkan diskon tuh. Temen-temen sering datang untuk belanja gak? Atau
ada pameran sepeda dan ada diskonnya, ada yang berminat untuk datang? Atau juga
kalau ada pameran games terkini dan bisa dapatin CD atau programnya dengan
harga diskon, temen-temen merasa penasaran dan pada akhirnya datang ke situ? sebagian besar pasti dateng!!! Begitu banyak orang datang berbondong-bondong untuk
sesuatu yang amat mereka minati. Namun, coba bandingkan dengan tawaran (baca:
berita) yang dibawa oleh Tuhan Yesus tentang Kerajaan Allah. Banyak yang minat?
TERNYATA GAK loh temen2..!!!
Kenapa bisa gitu ya? Ya karena pemikiran tentang
Kerajaan Allah yang Tuhan Yesus tawarkan berbeda dengan pemikiran banyak orang
pada waktu itu Ia masih hidup. Kerajaan Israel pada waktu itu sudah terpecah
belah dan dibawah jajahan Kekaisaran ROMAWI dan para umat dan ulama Israel
menginginkan agar Kerajaan Israel kembali berjaya seperti dulu, dimana bangsa
Israel adalah bangsa yang paling dihormati dan ditakuti banyak orang dan
kerajaan dan dipandang sebagai sebuah Kerajaan Allah. Tuhan Yesus tidak menawarkan kepada umat Israel,
model Kerajaan Allah seperti yang mereka inginkan, seperti tuntutan kemanusiaan
mereka. Kenapa? Karena umat Israel harus belajar kenapa kerajaan mereka hancur
dan mereka harus menjadi orang-orang buangan dan kemudian terpecah-pecah
seperti sekarang ini, bahkan menjadi kerajaan yang dijajah oleh bangsa lain.
Alasan utama kenapa mereka menjadi seperti
sekarang karena Kerajaan Israel yang jaya dulu tidak mementingkan dan
menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan mereka, sebagai pusat kehidupan
Kerajaan Israel yang dikatakan tiada tandingannya itu. Sebagai contoh, saya punya 2 gelas, yang satu penuh berisi air dan yang satu kosong. Kalau saya berkali-kali mengetuk dengan keras kedua gelas itu dengan sendok, mana yang mudah pecah: gelas yang berisikan air atau gelas kosong? tentunya gelas yang kosong bukan? Karena gelas tersebut tidak padat dan tidak ada massa yang dapat meredam getaran. Nah, kerajaan bangsa Israel seperti gelas yang kosong itu, tidak berisi Allah di dalamnya sehingga mudah pecah.
Nah temen-temen, Tuhan Yesus menawarkan dan membawa berita dalam Matius 6: 33, "Tetapi
carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan
kepadamu." Apa sih maksud Kerajaan Allah yang dari Yesus itu?
Saya coba melihatnya dalam 3 bagian:
1. Kerajaan Cinta Kasih
Kerajaan Allah itu
bukan kerajaan orang-orang yang munafik, egois, dan penuh balas dendam. Di
dalam Kerajaan Allah itu setiap orang dapat dan harus saling mengasihi dan
menerima orang-orang yang lemah, sakit ayan, lumpuh, pelacur dan lainnya karena
setiap orang tidak ada yang sempurna, kecuali Allah. Nah, Allah yang SEMPURNA
saja mau mengasihi manusia dan mengampuni dosa manusia, melalui perkataan dan
perilaku yang Yesus contohkan dan berikan, maka Allah menghendaki setiap orang
melakukan hal serupa. Jadi,
kerajaan Allah itu bukan kerajaan untuk menciptakan kelaparan, peperangan atau
kemiskinan tetapi bagaimana kita peduli kepada orang yang lapar dan haus,
menjadi pendamai pada saat terjadi cekcok atau perkelahian, menjadi orang-orang
yang memampukan orang-orang miskin dan tidak mampu untuk merasakan
kenikmatan yang kita rasakan
2. Mendahulukan Allah
Frasa
"την βασιλειαν του θεου ; tên basileian tou theou", "Kerajaan
Allah", dapat diartikan agar kita menempatkan sungguh-sungguh
kepemimpinan dan kuasa/otoritas Allah, yang dinyatakan melalui kehidupan kita. itu artinya juga bahwa di dalam Kerajaan Allah, cara hidup yang utama adalah
cara hidup yang Allah mau kita lakukan dalam hidup kita hari lepas hari. Mungkin bisa dikatakan begini:
mana yang lebih dulu, Mandi lalu berangkat sekolah atau berangkat sekolah baru
mandi? Kenapa begitu? Ya karena cara yang baik ya seperti itu. Begitu juga ketika kita berbicara tentang kerajaan Allah, maka kita menjadikan Allah sebagai cara hidup kita.
3. Menghadirkan Allah
Temen-temen, kerajaan
Allah itu juga sudah ada pada saat ini. Kerajaan Allah itu jangan dipikir
terlalu jauh atau futuristik, seperti di film-film. Kerajaan Allah itu adalah kita dan dunia sebagai ciptaan-Nya sudah
ada dan kita sebagai anak-anak-Nya dituntut untuk mengupayakan agar Kerajaan Allah itu
tetap ada dan berdampak bagi banyak orang. Bukankah Tuhan Yesus hadir untuk memberikan dampak bagi semua orang? Seperti apa menghadirkan kerajaan Allah itu? Nah, dengan tersenyum saja kepada orang lain; dengan membantu supir bajaj mengangkat roda bajaj-nya yang terperosok di selokan; belajar dengan sungguh-sungguh dan memberikan hasil belajar yang baik dan membanggakan orangtua, itu semua sudah menghadirkan kerajaan Allah loh.
Tuhan Yesus memberkatimu!!!
No comments:
Post a Comment