Tuesday, March 27, 2012

Gak Kapok


Suatu saat saya bersama teman-teman diberi kesempatan untuk pergi ke Lampung dan menginap selama beberapa hari di sebuah desa di Lampung bagian Timur. Kami bertandang ke rumah seorang ibu setengah baya, anggota jemaat GKSBS (Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan) Jemaat Gunung Pasir Jaya, Lampung Timur.

Dalam percakapan kami, ia bercerita  bahwa dirinya beserta sebagian besar penduduk desa tidak bisa memanen padi pada saat ini karena sawah yang mereka tanami dengan padi, tenggelam dalam genangan luapan air sungai. Lalu kami bertanya kepada si ibu: “Kalau begitu, apa yang menjadi makanan ibu dan anak ibu?” Dengan santainya, si ibu menjawab, "Ya, apa yang ada toh pak. Yang penting sekarang kami bisa makan dan kami tidak kapok menanam padi lagi walaupun hanya sedikit benih yang bisa kami tanam. Saya hanya  mohon berkat dari Tuhan Yesus saja karena saya percaya berkat Tuhan Yesus pasti masih ada."

Mendengar celoteh si ibu itu, saya menjadi teringat dengan apa yang Tuhan Yesus katakan bahwa, “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” (Lukas 17: 6). Artinya, ketika kita menghadapi berbagai macam masalah hidup kita, jika kita masih memiliki iman dan pengharapan kepada Allah kita di dalam Kristus Yesus, maka kita dapat menggerakkan, melakukan atau menjalankan apapun dalam hidup kita, walau kelihatannya mustahil atau tidak mungkin bagi orang lain. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan ketika kita percaya dan beriman akan kuasa dan kasih Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita.


Keimanan dengan sikap pasrah dan percaya akan berkat Tuhan Yesus menjadi sebuah daya gerak yang hidup dalam diri si ibu dan yang membuat dia tidak patah arang ketika menghadapi gagal panen, melainkan mau tetap berusaha dan bekerja, menanam kembali benih padi ketika sawah tidak lagi digenangi air sungai, walau benih yang ia miliki hanya sedikit. Bagi saya, percakapan dengan si ibu adalah sebuah pelajaran yang luar biasa berharga yang mengingatkan bahwa keimanan dan pengharapan kepada Tuhan Yesus menjadi penggerak hidup kita di dalam situasi dan kondisi apapun yang kita hadapi di dalam dunia ini. Amin.

Jangan Mudah Menyerah


Cuma mau berbagi cerita dari teman-teman:

Satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan sebuah kapal terdampar di pulau yang kecil dan tak berpenghuni. Pria ini segera berdoa supaya Tuhan menyelamatkannya, dan setiap hari dia mengamati langit mengharapkan pertolongan, tetapi tidak ada sesuatu pun yang datang. Dengan capainya, akhirnya dia berhasil membangun gubuk kecil dari kayu apung untuk melindungi dirinya dari cuaca, dan untuk menyimpan beberapa barang yang masih dia punyai. Tetapi suatu hari, setelah dia pergi mencari makan, dia kembali ke gubuknya dan mendapati gubuk kecil itu terbakar, asapnya mengepul ke langit. Dan yang paling parah, hilanglah semuanya. Dia sedih dan marah. "Tuhan, teganya Engkau melakukan ini padaku?" dia menangis. Pagi-pagi keesokan harinya, dia terbangun oleh suara kapal yang mendekati pulau itu. Kapal itu datang untuk menyelamatkannya. "Bagaimana kamu tahu bahwa aku di sini?" tanya pria itu kepada penyelamatnya. "Kami melihat tanda asapmu", jawab mereka. 

Mudah sekali untuk menyerah ketika keadaan menjadi buruk. Tetapi kita tidak boleh goyah, karena Tuhan bekerja di dalam hidup kita, juga ketika kita dalam kesakitan dan kesusahan. Ingatlah, ketika gubukmu terbakar, mungkin itu "tanda asap" bagi kuasa Tuhan. Ketika ada kejadian negatif terjadi, kita harus berkata pada diri kita sendiri bahwa Tuhan pasti mempunyai jawaban yang positif untuk kejadian tersebut. 

Kamu berkata, "Itu tidak mungkin." 
Tuhan berkata, "Tidak ada hal yang tidak mungkin." (Lukas 18:27) 

Kamu berkata, "aku terlalu capai." 
Tuhan berkata, "Aku akan memberikan kelegaan padamu." (Matius 11:28) 

Kamu berkata, "Tidak ada seorangpun yang mencintai aku." 
Tuhan berkata, "Aku mencintaimu." (Yohanes 3:16-Yohanes 13:34) 

Kamu berkata, "Aku tidak bisa meneruskan." 
Tuhan berkata, "Kasih karuniaKu cukup." (2 Korintus 12:9 - Mazmur 91:15) 

Wartakanlah ini pada siapa yang membutuhkan, karena ada saat-saat di mana kita merasa bahwa "gubuk" kita terbakar. 

Selamat menjalani aktifitas akhir minggu temans!!

I'm Fearless


sometimes its hard to see yourself when you fear...either you fear for your plans that was not perfect enough or you fear that your friends will leave you if you're not hangout with them or simply just because you didn't do what your boyfriend asked you to and you fear that he would end up your relationship...

fear is one of the streght that could draws people to do the most imposible thing ....can you imagine that a man could jump from 5 meters roof high and not get injured just because he was fear of fire that burns his house?? That man use his fear to do the imposible..

but sometimes fear can make you numb, you can not do or don't wanna do anything... I remember when i had fear of getting a heart attack and i don't want  to ride my bike, or play badmintond with my friends or anything that could harm my heart...I don't want to do a thing.. I give up to the fear its self

so you see, fear is a powerful thing that can drive people to do great things or not do anything at all.. It's up to us as men to choose whether we want to give up to our own fear or we use it to do great things. Before we can use it, we have to admitt that we were scared and fear of something and it took a lot of courage to do that.. and the most important thing is that we realized that we are not alone because there's greater power that could overcome our fear and make us strong enough to face our own fear and do great things and that is our God. like the wise letter says: Believe in the Lord with all thine heart, and do not lean on your own understanding. Acknowledge Him in all your behavior, then He will straighten your path. Should not you consider yourself wise, fear the Lord and depart from evil is what will heal your body and nourishment to your bones. "(Proverbs 3: 5-8)

biarlah Cawan itu lalu daripada Ku

Rekan-rekan yang dikasihi Tuhan Yesus,
Ketika sedang menonton sebuah pertandingan sepakbola, seorang anak kecil bernama Thomas mengalami patah tangan karena ia berusaha menahan laju bola yang ditendang oleh seorang pesepakbola terkenal, Wayne Rooney, yang diarahkan ke dalam gawang tetapi meleset dan mengarah kepadanya.. Thomas meringis, "aduh...aduh...sakit!!!" dan ia segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Ketika sudah ditangani, Thomas dikunjungi dan ditanyai oleh rekan-rekannya, dan Thomas tidak sedikitpun merasa kecewa atau sedih bahkan terlihat sangat gembira. Thomas mengatakan, "saya rela patah tangan karena saya mendapatkan baju jersey (baju seragam bola) Rooney, saya dapat tanda tangannya di tangan saya, baju saya dan banyak lagi..!!"


Kalau Thomas rela cedera bahkan patah tangan karena sudah mendapatkan sesuatu yang berharga, terlebih lagi Tuhan Yesus. Tuhan Yesus bukan rela untuk mendapatkan sesuatu tetapi Ia rela untuk memberikan sesuatu. Artinya, Ia rela memberikan diriNya bagi manusia demi ketaatanNya pada kehendak Bapa-Nya. Apakah Tuhan Yesus meringis dan mengalami sakit ketika ia mau merelakan diriNya menjadi korban penebusan dosa umat manusia, seperti Thomas yang meringis kesakitan? Ya, seperti yang tertera dalam Lukas 22: 44, "Ia sangat ketakutan dan makin sungguh-sungguh berdoa."


Dalam bahasa Yunani, ketakutan itu adalah agonia yang berarti penderitaan berat; sekarat... Rekan-rekan pernah tidak menaiki permainan HISTERIA atau TORNADO di Dunia Fantasi?? Kalau sudah, bagaimana rasanya tiba-tiba kamu ada di atas dan dipentalkan ke bawah lalu ke atas lagi, dengan kecepatan yang tinggi selama 60 detik?? Serasa jantung mau copot dan takut setengah mati bukan?? Nah, perasaan Tuhan Yesus melebihi itu rekan.rekan karena yang Ia hadapi bukan naik HISTERIA atau TORNADO, Tuhan Yesus akan meminum cawan kematian.


Kalau dalam tradisi kerajaan, seorang raja punya cawan sendiri dan kalau seorang raja, menyerahkan cawan pribadinya untuk diminum oleh orang yang dia tunjuk, cawan itu bukan berisi anggur manis temen-temen tetapi racun dan anggaplah orang tersebut sudah pasti mati karena meminum racun itu. Itulah yang sedang dihadapi Tuhan Yesus, rekan-rekan. Tuhan Yesus dihadapkan kepada cawan kematian, seperti yang ditulis dalam Lukas 22: 42. Tuhan Yesus diberi cawan yang berisi racun yang akan menyebabkan kematian secara manusiawi dan sebagai seorang manusia, tentunya Tuhan Yesus teramat takut. Oleh karena itulah, Tuhan Yesus amat memerlukan pertolongan dari Bapa-Nya. Tuhan Yesus memerlukan kekuatan dari Bapa-Nya supaya ketika Ia menjalani kehendak Bapa-Nya dengan melalui jalan salib, Ia tidak mudah goyah oleh pencobaan. Tuhan Yesus juga memahami bahwa Ia harus ada dalam keadaan sadar untuk menjalani kehendak Bapa-Nya tersebut dan bukan diam, pasif, hanya menangisi diri sendiri atau dalam bahasa dalam alkitab kita, "lelap dalam tidur" (ayat 45-46). Hal ini juga yang Ia tuntut bagi kita ketika kita sedang menjalani pergumulan dalam hidup kita. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menegur para murid yang tertidur di dalam kedukaan mereka.


Rekan-rekan yang mengasihi dan dikasihi oleh Tuhan Yesus,
Begitu hebat dan besar pengorbanan Tuhan Yesus untuk kita dan hal pertama yang kita bisa pelajari adalah bahwa ketika kita menghadapi ketakutan atas kehidupan diri kita sendiri, jangan pernah melupakan Tuhan Yesus, datanglah dalam doa kepada-Nya dan sampaikan segala sesuatu yang menjadi pergumulan hidup kita, supaya kita kembali mengingat tujuan hidup kita. Hal kedua adalah bahwa ketika kita mengalami kesusahan hidup temen-temen, jangan pernah anggap bahwa kita menghadapinya sendiri. Ada Allah Bapa yang Mahatahu dan mengerti akan apa yang kita hadapi. Dan hal ketiga yang bisa kita petik adalah kita jangan sampai terlena menjadi diam dan pasif ketika menghadapi persoalan hidup kita. Kita harus semangat bahkan menjadi proaktif dalam menyikapi pergumulan yang kita hadapi. Amin

Wednesday, March 21, 2012

Karena kasih-Nya

Efesus 5: 1-2: Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.


Nah temen-temen,
Kita udah banyak denger tentang kematian Kristus dan udah tahu apa alasan Tuhan Yesus mau mati untuk kita. Udah tahu? Yau sudah, renungan saya cukup sekian dan terima kasih!

Hehehe…bukan lagi, becanda........... Tapi emang serius loh, bahwa banyak orang yang gak aware, gak sadar, atau lupa, atau juga melupakan alasan Kristus mau mati untuk kita.

Dalam ayat dua tadi, rasul Paulus berkata bahwa Yesus Kristus mau  mati karena Ia mengasihi kita. Artinya, bukan karena alasan mau pamer untuk diri sendiri tapi supaya semua manusia mendapatkan pengampunan dari Allah. Jadi, tindakan Tuhan Yesus itu bukan terfokus supaya dirinya dapat pujian tetapi untuk kepentingan orang banyak. Hal ini perlu diingatkan Paulus untuk jemaat di Efesus yang mulai kentara mementingkan diri mereka sendiri dan melupakan kepentingan jemaat Kristus yang lain. 

Kalo kita neh, terkadang mau berkorban bukan terlebih dulu supaya orang lain merasa senang dan bahagia tetapi supaya kita mendapat kepuasan diri, bangga bisa hebat. Kalo lagi pacaran neh, para cowok bangga mau berkorban untuk pacarnya. Padahal sih cuma pengen dipandang jadi cowok yang cool di mata si doi dan bisa menarik perhatian.

Ada satu cerita dimana ada seorang anak, namanya Paska, sedang ditunggu oleh mamanya dirumah karena pulangnya telat. Seharusnya 1 jam yang lalu Paska dah pulang. Dia cerita sama mamanya:

Paska: "Tadi waktu aku jalan pulang disamping aku ada angkot yang berhenti karena ada nenek yang mau turun. Pas nenek itu turun, si nenek batuk-batuk, dan gigi palsunya mental keluar dari mulutnya. Nah, nenek itu rabun dan gak liat kemana gigi palsunya."

Mama: "trus, kamu terlambat pulang karena bantuin si nenek?"

Paska: "gak koq, aku diem aja"

Mama: "Terus kenapa kamu diem aja?"

Paska: "abis, aku nunggu si nenek pergi lama banget!!"

Si ibu: "kenapa kamu musti nunggu si nenek pergi?"

Paska: "Abis giginya si nenek ke injak aku mam"

Mama: "Kenapa kamu injak???? Kenapa gak kamu kasih ke si nenek?"

Paska: "giginya palsunya emas!!!!!"

Jadi, seringkali keliatannya kita berbuat baik padahal ada maksud untuk menguntungkan diri kita sendiri. Tetapi Tuhan Yesus gak gitu. Mana keuntungan Tuhan Yesus dari kematian-Nya?? Malah Dia menderita, kesakitan, dicaci-maki, bahkan mati muda. Inget, Dia menyerahkan diri-Nya loh (ayat 2). Artinya, Tuhan Yesus secara sadar mau mengurbankan diri untuk kita, demi untuk menunjukkan bahwa Allah sangat mengasihi kita, umat yang berdosa ini.  Kita harus berani mencontoh teladan Yesus yang mau berkurban demi Allah dan Manusia

Jadi, pelajaran yang bisa kita petik adalah:
1. Tuhan Yesus mati karena Ia mau menuruti kehendak Bapa-Nya, yaitu supaya semua manusia mengalami dan menerima kasih Allah Bapa. oleh karena itu hendaknya kita semua menjadi para penurut Allah, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam ayat 1 di atas.

2. Bahwa ketika kita menyadari bahwa rasa sayangnya Tuhan Yesus sudah begitu besar buat kita, maka kita juga harus membagikan kasih Kristus itu pada orang lain. Bagaimana caranya kita bagikan kepada orang lain? Gak usah susah-susah dan cari-cari tindakan yang rumit. Apakah selama ini kalian sudah menunjukkan rasa sayang kalian sama ortu? Jangan-jangan cuma sayang sama diri sendiri... jangan-jangan kita hanya memikirkan diri kita sendiri dan tidak lagi peduli apakah orang lain merasakan bahagia atau tidak, sengsara atau sukacita.

Datanglah Kerajaan-Mu


Temen-temen yang dikasihi Kristus,
Biasanya di mall-mall kan banyak yang menawarkan diskon tuh. Temen-temen sering datang untuk belanja gak? Atau ada pameran sepeda dan ada diskonnya, ada yang berminat untuk datang? Atau juga kalau ada pameran games terkini dan bisa dapatin CD atau programnya dengan harga diskon, temen-temen merasa penasaran dan pada akhirnya datang ke situ? sebagian besar pasti dateng!!! Begitu banyak orang datang berbondong-bondong untuk sesuatu yang amat mereka minati. Namun, coba bandingkan dengan tawaran (baca: berita) yang dibawa oleh Tuhan Yesus tentang Kerajaan Allah. Banyak yang minat? TERNYATA GAK loh temen2..!!!

Kenapa bisa gitu ya? Ya karena pemikiran tentang Kerajaan Allah yang Tuhan Yesus tawarkan berbeda dengan pemikiran banyak orang pada waktu itu Ia masih hidup. Kerajaan Israel pada waktu itu sudah terpecah belah dan dibawah jajahan Kekaisaran ROMAWI dan para umat dan ulama Israel menginginkan agar Kerajaan Israel kembali berjaya seperti dulu, dimana bangsa Israel adalah bangsa yang paling dihormati dan ditakuti banyak orang dan kerajaan dan dipandang sebagai sebuah Kerajaan Allah. Tuhan Yesus tidak menawarkan kepada umat Israel, model Kerajaan Allah seperti yang mereka inginkan, seperti tuntutan kemanusiaan mereka. Kenapa? Karena umat Israel harus belajar kenapa kerajaan mereka hancur dan mereka harus menjadi orang-orang buangan dan kemudian terpecah-pecah seperti sekarang ini, bahkan menjadi kerajaan yang dijajah oleh bangsa lain. 

Alasan utama kenapa mereka menjadi seperti sekarang karena Kerajaan Israel yang jaya dulu tidak mementingkan dan menempatkan Allah sebagai pusat kehidupan mereka, sebagai pusat kehidupan Kerajaan Israel yang dikatakan tiada tandingannya itu. Sebagai contoh, saya punya 2 gelas, yang satu penuh berisi air dan yang satu kosong. Kalau saya berkali-kali mengetuk dengan keras kedua gelas itu dengan sendok,  mana yang mudah pecah: gelas yang berisikan air atau gelas kosong? tentunya gelas yang kosong bukan? Karena gelas tersebut tidak padat dan tidak ada massa yang dapat meredam getaran. Nah, kerajaan bangsa Israel seperti gelas yang kosong itu, tidak berisi Allah di dalamnya sehingga mudah pecah.

Nah temen-temen, Tuhan Yesus menawarkan dan membawa berita dalam Matius 6: 33, "Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu." Apa sih maksud Kerajaan Allah yang dari Yesus itu? Saya coba melihatnya dalam 3 bagian:
1. Kerajaan Cinta Kasih
Kerajaan Allah itu bukan kerajaan orang-orang yang munafik, egois, dan penuh balas dendam. Di dalam Kerajaan Allah itu setiap orang dapat dan harus saling mengasihi dan menerima orang-orang yang lemah, sakit ayan, lumpuh, pelacur dan lainnya karena setiap orang tidak ada yang sempurna, kecuali Allah. Nah, Allah yang SEMPURNA saja mau mengasihi manusia dan mengampuni dosa manusia, melalui perkataan dan perilaku yang Yesus contohkan dan berikan, maka Allah menghendaki setiap orang melakukan hal serupa. Jadi, kerajaan Allah itu bukan kerajaan untuk menciptakan kelaparan, peperangan atau kemiskinan tetapi bagaimana kita peduli kepada orang yang lapar dan haus, menjadi pendamai pada saat terjadi cekcok atau perkelahian, menjadi orang-orang yang memampukan orang-orang miskin dan tidak mampu untuk merasakan kenikmatan yang kita rasakan

2. Mendahulukan Allah
Frasa "την βασιλειαν του θεου ; tên basileian tou theou", "Kerajaan Allah", dapat diartikan agar kita menempatkan sungguh-sungguh kepemimpinan dan kuasa/otoritas Allah, yang dinyatakan melalui kehidupan kita. itu artinya juga bahwa di dalam Kerajaan Allah, cara hidup yang utama adalah cara hidup yang Allah mau kita lakukan dalam hidup kita hari lepas hari. Mungkin bisa dikatakan begini: mana yang lebih dulu, Mandi lalu berangkat sekolah atau berangkat sekolah baru mandi? Kenapa begitu? Ya karena cara yang baik ya seperti itu. Begitu juga ketika kita berbicara tentang kerajaan Allah, maka kita menjadikan Allah sebagai cara hidup kita.

3. Menghadirkan Allah
Temen-temen, kerajaan Allah itu juga sudah ada pada saat ini. Kerajaan Allah itu jangan dipikir terlalu jauh atau futuristik, seperti di film-film. Kerajaan Allah itu adalah kita dan dunia sebagai ciptaan-Nya sudah ada dan kita sebagai anak-anak-Nya dituntut untuk mengupayakan agar Kerajaan Allah itu tetap ada dan berdampak bagi banyak orang. Bukankah Tuhan Yesus hadir untuk memberikan dampak bagi semua orang? Seperti apa menghadirkan kerajaan Allah itu? Nah, dengan tersenyum saja kepada orang lain; dengan membantu supir bajaj mengangkat roda bajaj-nya yang terperosok di selokan; belajar dengan sungguh-sungguh dan memberikan hasil belajar yang baik dan membanggakan orangtua, itu semua sudah menghadirkan kerajaan Allah loh.

Jadi kesimpulan dari perkataan Yesus itu adalah: CARILAH, HIDUPLAH, dan HADIRKANLAH KERAJAAN ALLAH di dalam hidup kita sehingga kita akan bisa melihat secara utuh Kerajaan Allah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus. Lalu bagaimana kita mengaminkan dan mendatangkan Kerajaan Allah itu sekarang? Contoh sederhana saja: Lihat teman di sebelahmu, jabat tangannya dengan lembut, katakan: SAYA MENYAYANGIMU, KRISTUS MENGASIHIMU. Bawalah spirit itu ketika ketika bertemu dengan siapa saja.


Tuhan Yesus memberkatimu!!!