Efesus 5: 1-2: Sebab itu jadilah
penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah
di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah
menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi
Allah.
Nah temen-temen,
Kita udah banyak denger tentang
kematian Kristus dan udah tahu apa alasan Tuhan Yesus mau mati untuk kita. Udah tahu? Yau sudah, renungan saya cukup sekian dan terima
kasih!
Hehehe…bukan lagi, becanda........... Tapi emang serius loh, bahwa
banyak orang yang gak aware, gak
sadar, atau lupa, atau juga melupakan alasan Kristus mau mati untuk kita.
Dalam ayat dua tadi, rasul
Paulus berkata bahwa Yesus Kristus mau mati
karena Ia mengasihi kita. Artinya, bukan karena alasan mau pamer untuk diri
sendiri tapi supaya semua manusia mendapatkan pengampunan dari Allah. Jadi,
tindakan Tuhan Yesus itu bukan terfokus supaya dirinya dapat pujian tetapi
untuk kepentingan orang banyak. Hal ini perlu diingatkan Paulus untuk jemaat di Efesus yang mulai kentara mementingkan diri mereka sendiri dan melupakan kepentingan jemaat Kristus yang lain.
Kalo kita neh, terkadang mau
berkorban bukan terlebih dulu supaya orang lain merasa senang dan bahagia
tetapi supaya kita mendapat kepuasan diri, bangga bisa hebat. Kalo lagi pacaran
neh, para cowok bangga mau berkorban untuk pacarnya. Padahal sih cuma pengen dipandang jadi
cowok yang cool di mata si doi dan bisa menarik perhatian.
Ada satu cerita dimana ada seorang
anak, namanya Paska, sedang ditunggu oleh mamanya dirumah karena pulangnya telat.
Seharusnya 1 jam yang lalu Paska dah pulang. Dia cerita sama mamanya:
Paska: "Tadi waktu aku jalan pulang disamping aku ada angkot yang berhenti karena ada nenek yang mau turun.
Pas nenek itu turun, si nenek batuk-batuk, dan gigi palsunya mental keluar dari
mulutnya. Nah, nenek itu rabun dan gak liat
kemana gigi palsunya."
Mama: "trus, kamu terlambat
pulang karena bantuin si nenek?"
Paska: "gak koq, aku diem aja"
Mama: "Terus kenapa kamu diem
aja?"
Paska: "abis, aku nunggu si
nenek pergi lama banget!!"
Si ibu: "kenapa kamu musti
nunggu si nenek pergi?"
Paska: "Abis giginya si nenek ke injak
aku mam"
Mama: "Kenapa kamu injak???? Kenapa
gak kamu kasih ke si nenek?"
Paska: "giginya palsunya emas!!!!!"
Jadi, seringkali keliatannya
kita berbuat baik padahal ada maksud untuk menguntungkan diri kita sendiri.
Tetapi Tuhan Yesus gak gitu. Mana keuntungan Tuhan Yesus dari kematian-Nya?? Malah Dia menderita, kesakitan, dicaci-maki, bahkan mati muda. Inget, Dia menyerahkan diri-Nya loh (ayat 2). Artinya, Tuhan Yesus secara sadar mau mengurbankan diri untuk kita, demi untuk menunjukkan bahwa Allah sangat mengasihi kita, umat yang berdosa ini. Kita harus berani mencontoh teladan Yesus yang mau berkurban demi Allah dan Manusia
Jadi, pelajaran yang bisa kita
petik adalah:
1. Tuhan
Yesus mati karena Ia mau menuruti kehendak Bapa-Nya, yaitu supaya semua manusia mengalami dan menerima kasih Allah Bapa. oleh karena itu hendaknya kita semua menjadi para penurut Allah, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam ayat 1 di atas.
2. Bahwa
ketika kita menyadari bahwa rasa sayangnya Tuhan Yesus sudah begitu besar buat
kita, maka kita juga harus membagikan kasih Kristus itu pada orang lain. Bagaimana caranya kita bagikan
kepada orang lain? Gak usah susah-susah dan cari-cari tindakan yang rumit. Apakah
selama ini kalian sudah menunjukkan rasa sayang kalian sama ortu? Jangan-jangan
cuma sayang sama diri sendiri... jangan-jangan kita hanya memikirkan diri kita sendiri dan tidak lagi peduli apakah orang lain merasakan bahagia atau tidak, sengsara atau sukacita.